Hai.. kembali lagi dengan aku Miss. Obliviate. Hari ini, aku rada galau nich -_- ya,
biasa ABG labil, sasaran empuk perasaan galau. Hari ini perasaan galaunya,
cuman aku sendiri yang tau penyebabnya. Lagi enggak pengen curhat ama temen,
(eits lebih tepatnya enggak tau mau curhat sama temen yang mana) so jadi curhat
disini deh J
bersedialah mengikuti curhatan Miss. Obliviate hari ini, tarik nafas dulu deh
^^
***
Kenapa aku galau?
Kegalauan ini bermula karena aku suka sama seorang
cowok. Cowok yang gaje, sering ngasih signal yang gak jelas, sering bikin aku
kegeeran, dan cowok yang rada kepedean. Sebenarnya, kegalauan ini bukan salah
dia juga, ini salah aku
Aku ngerasa di PHP-in, padahal sebenarnya dia
enggak pernah ngasih harapan apapun. Ini salah aku yang pada awalnya ngerasa
tertarik dengan dia, terus salah nangkap signal yang dikasih sama dia, dan
berujung dengan perasaan suka yang sebenarnya enggak pernah aku maupun dia
harapin. Aku tau, dia belum siap buat ngadapin permasalahan cinta anak SMA, so
itulah yang membuat dia menjadi sosok yang bersikap “Absurd” dengan permasalahan cintanya.
Awalnya aku enggak pernah berharap dia bakalan
balas perasaan aku. Menurut aku, lebih baik kayak gini, aku suka sama dia.
Terus, aku pendam perasaan ini sendiri, dan lambat laun aku bakalan lupa dengan
perasaan aku. Tapi, jalan ceritanya beda. Aku salah nangkap signal dari dia,
itu yang bikin aku berharap lebih.
Satu persatu teman aku mulai tahu tentang perasaan
aku ini. Aku fikir semuanya mendukung, dan memang mereka mendukung. Tapi,
fikiran buruk mulai menghampiri aku. Sepertinya ada yang menyukai dia selain
aku. Aku mencoba untuk enggak ngambil pusing, dan pada akhirnya fikiran itupun
menghilang.
Satu persatu masalah datang dan pergi selama
perasaan itu aku pendam. Dan puncaknya, berujung pada sikap teman-temanku yang
sepertinya merahasiakan sesuatu dari aku J
jujur, aku benar-benar KEPO, karna mereka bilang “lebih baik aku lupain si dia”
dan ada juga yang bilang “jangan ngarepin dia lagi” ada juga yang bilang “lebih
baik kau enggak usah tau”. Ooh Tuhan.. kata-kata itu bikin aku semakin
berfikiran ada kabar “buruk” dari rahasia mereka.
Dan, ke- KEPOan aku berujung pada satu petunjuk yang
aku temukan. Dia sepertinya menyukai salah satu temanku J mungkin, itu yang mereka rahasiakan. Aku tak
tau kebenarannya, karena aku hanya dapat mengira-ngira. Yang jelas, satu
petunjuk yang aku temukan itu, berhasil membuat mood aku menjadi buruk. Ditambah
lagi, sikap dia yang mulai cuek. Aku tipekal orang yang enggak suka dicuekin.
So, makannya aku jadi makin Bad Mood.
Beberapa waktu ini, aku berusaha untuk bisa jaga
mood aku. Setidaknya, aku berusaha untuk tetap happy di depan teman-teman aku.
Tapi, sebenarnya aku tak segembira itu. Aku tau mereka bosan dengerin curhatan
gak jelas dari aku. Ngerti juga, mereka muak dengan kelebayan aku. Itu makannya
aku berusaha untuk mendam sendiri. Dan, itu berakibat kepada sikap aku yang
jadi galau gak jelas dirumah.
Satu hari ini, aku sibuk mikirin apa yang akan aku
lakukan? Karena “melupakan” itu gak semudah yang mereka bilang. Gimana aku mau
lupa kalau disetiap aktivitas aku, dia selalu ada. Nangis, aku mengawali
keputusan untuk melupakan si cowok dengan nangis sepuas-puasnya di kamar.
Sendirian. Tanpa ada yang tahu. Dan, aku mulai merancang rencana untuk
ngelupain dia.
Aku bertekad bakalan lupain dia, dengan merubah
semua kebiasaan buruk aku. Aku bakalan lebih fokus ke kehidupan aku. Aku
bakalan lebih fokus ke masalah pertemanan aku, keluarga aku, pelajaran aku, dan
yang paling penting, karir dimasa muda aku J
Aku sadar satu hal, dia mempunyai kriteria cewek
idaman. Dan, aku gak mempunyai kriteria khusus untuk cowok yang aku bakalan sukai ataupun apalah itu. Yang jelas,
aku dapat nangkap satu hal. Dia, susah untuk terima aku apa adanya. Padahal aku
berharap, aku akan bertemu dengan seorang cowok yang bisa terima aku apa
adanya, bukan ada apanya. Cukup dengan dia nerima KECEREWETAN aku, ke LEBAY-AN
aku, ke BAWEL-an aku, aku udah ngerasa bahagia. But, dia sepertinya tak mampu
untuk itu
Aku sempat mikir untuk kembali ke dunia dimana aku
jadi seorang cewek yang hobinya “mainin” perasaan cowok. Tapi aku buru-buru
menghapus pemikiran itu. Itu cuman bakal bikin aku semakin jatuh. Dan pada
akhirnya aku lebih milih untuk mengesampingkan urusan percintaan dulu
So, Miss. Obliviate sedang merancang dunia
barunya. Aku bersyukur, karena kegalauan ini membawa dampak baik juga untuk
diri aku.
aku mau melepas semuanya, melepas perasaan aku, kegalauan aku, dan melepas
semua tentang dia dan tentang cinta ^^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar